Kurikulum Merdeka menjadi alternatif pilihan kurikulum selama periode 2022-2023 sebelum nantinya menjadi Kurikulum Nasional pada tahun 2024. Periode 2022-2023 dianggap krusial bagi sekolah untuk bisa mempersiapkan diri. Kemendikbudristek memfasilitasi sekolah untuk bisa mengikuti sosialisasi Kurikulum Merdeka, mengikuti seleksi Program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak, serta mendorong guru untuk belajar komponen kurikulum melalui platform belajar online.
Atas dasar ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nagekeo berkolaborasi dengan INOVASI melaksanakan kegiatan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka Kabupaten Nagekeo yang melibatkan Pengawas dan staf Dinas terkait. Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi NTT, Dr. Wirman Kasmayadi, S.Pd., M.Si., juga turut hadir pada kegiatan ini.
Kegiatan Lokakarya Implementasi Kurikulum Merdeka di Kabupaten Nagekeo dibuka dan juga ditutup oleh Bupati Nagekeo, dr. Johanes Don Bosco Do, M.Kes.
Pada kesempatan ini Bupati Nagekeo juga menyampaikan dukungannya kepada guru dan ekosistem pendidikan di sekolah untuk belajar mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah-sekolah. Bahkan Bupati menyempatkan diri di tengah kesibukannya untuk mengikuti beberapa sesi lokakarya, seperti perumusan Rencana Tindak lanjut.
Pada saat penutupan Bupati sangat terharu melihat semangat peserta lokakarya untuk bergerak bersama (guru penggerak, komunitas kepala sekolah, pengawas, dan mitra pembangunan).

diunggah oleh Tim Pengelola Laman Balai Guru Penggerak Prov. NTT desain oleh Tim Media dan Publikasi
Facebook : Balai Guru Penggerak Provinsi NTT
Instragram: @bgpntt
Twitter: @bgpnt

Statistik Pengunjung

4.png0.png8.png5.png3.png0.png
Today0
Yesterday135
This week740
This month7008
Total408530

Who Is Online

1
Online